Kenapa Koruptor Semakin Banyak

Berita penting, panas, perlu dan seruu adalah mengenai koruptor yang semakin merajalela di numi tercinta Indonesia. Posting ini sekedar opini penulis pribadi, jadi jika Anda berpendapat lain, silakan sharing di sini.

Sampai kapan pun sebuah negara tidak akan berkembang selama para koruptor bebas berkeliaran menggerogoti sumber kekayayaan dan menikmati hasil haram usahanya tersebut, termasuk tentunya negara tercinta Indonesia. Kemiskinan merajalela, hukum dan keadilan semakin sirna, etika dan norma pun sudah tidak dipedulikan lagi. Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan negara asing tetapi berubah menjadi penjajahan model baru yang dilakukan oleh bangsa sendiri yang jauh lebih kejam dan lebih sadis. Dulu penjahah Belanda atau Jepang hanya bisa membunuh satu orang dengan satu peluru, tetapi koruptor lebih hebat lagi, sekali korupsi dua tiga propinsi mereka “bunuh” secara perlahan. Dari fisiknya saja Kita dapat dengan mudah mengenali penjajah asing, tetapi pernjahat koruptor sangat sulit diketahui karena bersembunyi dibalik kekuasaan dan hukum.

Banyaknya jalan raya yang hanya berumur dua atau tiga bulan karena koruptor, banyaknya sarana dan prasarana negara yang tidak selesai dibangun atau tidak sesuai dengan standar karena ulah koruptor, giji buruk dan kelaparan semakin banyak. Semua adalah ulah koruptor yang sudah tidak lagi berperasaan. Bahkan rumah dan istana mereka pun dibangun dari uang negara yang secara tidak langsung adalah keringat dan uang rakyat. Rakyat “dipaksa” untuk membayar pajak hanya untuk menafkahi para koruptor, rakyat “dipaksa” untuk memilih wakil rakyat yang nota bene adalah koruptor, rakyat “dipaksa” hemat listrik dan bahan bakar sebagai cadangan buat koruptor. Bukan itu saja, segala kekayaan yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat malah digunakan untuk mensejahterakan para koruptor. Sangat sulit bagi rakyat biasa untuk dapat bekerja di instansi vital pemerintah, tetapi koruptor….”hanya dengan Miss Call” saja turunan dan sahabat mereka dapat bekerja esok harinya di instansi tersebut.

Di saat negera lain bangga dengan beragam prestasi yang dicapai, di saat Korea Utara dan Iran bangga membuat senjata nuklir, kini Indonesia pun harus merasa bangga karena mendapat record Guiness Book sebagai koruptor paling hebat. Mereka kebal hukum, terkenal ala selebritis, kaya raya, dan lebih canggih dari senjata masal sekalipun. Radiasi koruptor lebih sadis dari radiasi nuklir dan senjata kimia. Sekali saja “tombol korupsi” dinyalakan, puluhan juta orang dapat “terbunuh” bahkan keluarga dan turunnya pun dapat “terbunuh”  secara perlahan hanya karena radiasinya. Itulah kehebatan dan kecanggihan “peluru kendali” koruptor.

Mereka tidak lagi takut dengan penjara karena penjara adalah istana kedua bagi mereka. Lain halnya dengan pencuri sandal jepit atau pencuri ayam, mereka “babak belur” dihajar hukum habis-habisan. Mungkin ini karena kedekatan mereka dengan para pemimpin, atau mungkin mereka memang sudah bekerjasama dengan para penguasa. Semua ini yang menyebabkan kenapa koruptor semakin banyak seolah “meja pendaftaran koruptor” selalu dibuka di Indonesia

Apakah hal ini akan dibiarkan begitu saja?
Akankah kita memilih pemimpin yang bersahabat dengan koruptor?
Tegakah kita membiarkan anak cucu kita “dibunuh” secara perlahan oleh koruptor?

Iklan
%d blogger menyukai ini: